Artikel dari Kategori : Profil

PEDOMAN AKADEMIK FAI

Ilpi Zukdi | , 25 Juni 2011 - 00:00:00 WIB | dibaca: 2002 pembaca

PERATURAN AKADEMIK

Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

 

Peraturan Perkuliahan

1. Kuliah Harian

a. Setiap Mahasiswa diwajibkan mengikuti semua kegiatan perkuliahan dengan berbusana muslim/muslimah, tertib dan teratur, tidak memakai sandal atau kaos, baik tanpa atau berkrah, serta tidak berambut gondrong.

b. Setiap Mahasiswa diwajibkan menandatangani presensi atau daftar hadir kuliah untuk setiap mata kegiatan perkuliahan yang diikutinya.

c. Kehadiran Mahasiswa pada setiap perkuliahan minimal 75 persen dari jumlah kehadiran dosen. Bila kurang dari ketentuan ini Mahasiswa yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir.

2. Asisten

Asisten adalah seorang dosen yang ditunjuk oleh Fakultas untuk bertindak sebagai pendamping dosen pemberi dan penanggung jawab suatu matakuliah. Asistensi adalah perkuliahan yang diampu oleh seorang asisten dosen. Perkuliahan oleh seorang asisten diatur oleh dosen dan asisten yang bersangkutan. Perkuliahan yang diberikan oleh seorang asisten berimplikasi sama dengan perkuliahan yang diberikan langsung oleh dosen. Mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan perkuliahan yang diberikan oleh asisten.

3. Pratikum

Pratikum adalah kuliah pratek baik yang mengikuti atau terkait langsung dengan sesuatu mata kuliah maupun tidak. Secara garis besar, pratikum pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat terdiri dari:

a. Pratikum lintas jurusan
b. Pratikum jurusan

Dimaksud dengan pratikum lintas jurusan adalah pratikum yang diselenggarakan oleh semua jurusan dan untuk semua mahasiswa di seluruh jurusan itu. Termasuk dalam pratikum lintas jurusan ini adalah pratikum bahasa Arab, pratikum bahasa Inggris, dan pratikum komputer dasar.

Adapun pratikum jurusan adalah pratikum yang secara khusus diselenggarakan oleh jurusan tertentu dan hanya dimiliki oleh mahasiswa di jurusan yang bersangkutan. Termasuk pada katagori ini adalah pratikum sebagaimana berikut :

a. Pratek pengalaman lapangan (PPL) yaitu praktek persekolahan (praktek mengajar) yang diselenggarakan pada jurusan pendidikan islam (PAI).

Pratikum ini memiliki bobot 4 (empat) SKS yang materinya terdiri antara lain micro-teaching dan praktek persekolahan dengan mengambil lokasi di beberapa SLTA/SLTP Muhammadiyah di kota Padang.

b. Praktek KKDM yaitu pratikum yang diselenggarakan oleh Prodi PAI yang merupakan wawasan praktis mengenai kondisi rill dakwah islam di lapangan.  

c. Praktek di jurusan syari'ah seperti praktek peradilan.

Ketentuan rinci mengenai pratikum lebih lanjut diatur tersendiri pada buku panduan pratikum yang diterbitkan oleh masing-masing prodi.

4. Kuliah Umum

Kuliah umum adalah perkuliahan yang diselenggarakan secara khusus dan diikuti oleh seluruh mahasiswa. Kuliah umum disampaikan oleh dosen tamu dengan tema-tema kajian khusus, bersifat aktual, dan terkait langsung dengan disiplin masing-masing jurusan.

Kuliah umum diselenggarakan setidak-tidaknya sekali dalam setahun. Kuliah umum diselenggarakan oleh fakultas, meski tidak menutup kemungkinan diselenggarakan oleh jurusan. Setiap mahasiswa diwajibkan hadir pada setiap kuliah umum.

5. Kuliah Ulang

a. Matakuliah yang memperoleh nilai E harus diulang atau ditempuh kembali pada tahun akademi berikutnya. Nilai E berarti tidak lulus dan kredit matakuliah yang memperoleh nilai E tidak masuk penghitungan sebagai SKS yang telah diselesaikan.

b. Matakuliah yang memperoleh nilai D seharusnya diulang dan ditempuh lagi pada semester tahun akademik berikutnya. Nilai D ini kreditnya masuk penghitungan sebagai SKS yang telah diselesaikan, tetapi nilai D tersebut masih mencerminkan kekurangan dalam penilaian kelulusan seseorang.

Bila seorang mahasiswa akan mengakhiri studinya (bebas teori), yang bersangkutan tidak atau belum diperkenankan mengakhiri studinya bila masih memiliki nilai D pada lebih dari 2 (dua) matakuliah.

c. Mahasiswa yang menempuh ulang satu matakuliah, baik sebelumnya mendapat nilai D atau E, diwajibkan mengikuti kembali kuliah dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan matakuliah tersebut. Mengulang satu matakuliah berarti mengulang kembali kegiatan perkuliahan dan ujiannya.

d. Bagi mahasiswa yang mengulang suatu matakuliah, juga berlaku ketentuan harus mengikuti kuliah dengan prestasi tidak kurang dari 75%, agar dapat mengikuti ujian akhir semester.

Ketentuan Herregistrasi

1. Pengertian Herregistrasi

Herregistrasi adalah pendaftaran dan pencatatan ulang mahasiswa pada setiap awal semester. Dengan menempuh persyaratan dan prosedur herregistrasi, setiap mahasiswa akan dicatat sebagai mahasiswa resmi pada semester yang bersangkutan, sehingga mahasiswa tersebut mempunyai hak dan kewajiban mengikuti seluruh program yang dirancang untuk semester yang bersangkutan. Sebaliknya, mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan dan prosedur herregistrasi ini tidak akan dicatat sebagai mahasiswa resmi dan kepadanya tidak akan diberi hak dan kewajiban sebagaimana mahasiswa resmi.

2. Peraturan Herregistrasi

a. Herregistrasi harus dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Diluar jadwal tersebut, permintaan herregistrasi tidak akan dilayani dan kepada mahasiswa yang bersangkutan disarankan untuk mengambil cuti kuliah.

b. Mahasiswa semester I dan II yang mengalami keterlambatan, jika yang bersangkutan berkeinginan melakukan herregistrasi diharuskan membuat surat permohonan kepada Ketua Jurusan serta membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi keterlambatan yang sama pada semester-semester berikutnya.

c. Memenuhi persyaratan administratif dan keuangan yang akan diatur secara tersendiri.

d. Mahasiswa dinyatakan telah melakukan herregistrasi jika telah menjalani seluruh prosedur yang telah ditentukan.

3. Prosedur Herregistrasi

Herregistrasi merupakan satu kesatuan kegiatan yang terdiri dari pemenuhan kewajiban pembayaran atau pelunasan beban-beban keuangan dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Prosedur pelaksanaan herregistrasi diatur melalui tahapan sebagai berikut :

a. Tahap I. Mahasiswa meminta blangko KRS, form pengantar pembayaran SPP dan beban keuangan lainnya, daftar mata kuliah dan jadwal perkuliahan, ke bagian Tata Usaha Fakultas Agama Islam. Khusus bagi mahasiswa semester I langsung ke tahap II dan VI.

b. Tahap II. Mahasiswa menemui dosen Pembimbing Akademik untuk berkonsultasi mengenai pengambilan mata kuliah dan SKS, pengisian SKS, dan penghitungan beban biaya yang harus dibayarkan. Setelah menyetujui, dosen Pembimbing Akademik membubuhkan tanda tangannya pada KRS dan form pengantar pembayaran.

c. Tahap III. Ke bagian keuangan, mahasiswa meminta slip pembayaran bank dengan menunjukkan form pengantar pembayaran yang ditanda tangani oleh dosen Pembimbing Akademik.

d. Tahap IV. Mahasiswa menuju ke bank untuk membayarkan beban-beban keuangan dengan slip pembayaran tadi.

e. Tahap V. Mahasiswa kembali menujuke bagian Tata Usaha Fakultas Agama Islam, dengan menunjukkan slip tanda pelunasan pembayaran dari bank. Bagian Tata Usaha akan menyetempel KRS mahasiswa, selanjutnya KRS merah dan hijau ditinggal di bagian Tata Usaha. Sedangkan KRS putih dibawa mahasishawa untuk disimpan baik-baik.

f. Tahap VI. Mahasiswa melakukan key-in di bagian Tata Usaha Fakultas, selanjutnya di Biro Administrasi Akademik (BAA) Universitas Mahasiswa dapat meminta kartu mahasiswa. Dengan diperolehnya kartu mahasiswa prosedur herregistrasi dinyatakan selesai.

4. Sanksi Keterlambatan Herregistrasi

Mahasiswa yang terlambat melakukan herregistrasi dikenai sanksi oleh Fakultas sebagai berikut :

a. Pengurangan SKS/matakuliah dari jumlah yang seharusnya deprogram atau diikuti, atau sanksi lain sesuai kebijakan Fakultas.

b. Keterlambatan lebih dari satu bulan sejak perkuliahan dimulai, diharuskan segera mengambil cuti (sebelum masa pemohonan izin cuti berakhir) atau dianggap tidak aktif tanpa izin cuti.

c. Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi  dan tidak aktif tanpa izin cuti, bila menghendaki akan aktif kembali diharuskan mengajukan surat aktif kembali kepada Rektor dengan persetujuan Dekan. Bila diizinkan maka kepada mahasiswa tersebut dikenankan biaya SPP tetap sejumlah semester yang ditinggalkan dan dihitung sebagai masa studi.

Cuti Kuliah

1. Pengertian Cuti Kuliah

Cuti kuliah adalah berhenti kuliah sementara dikarenakan hal-hal tertentu yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu memenuhi persyaratan herregistrasi seperti sedang mengalami problem keuangan, bekerja, pergi haji, sakit, hamil dsb.

2. Ketentuan Cuti Kuliah

a. Cuti diberikan setelah mahasiswa pemohon cuti menempuh studi di Fakultas Agama Islam selama 1 (satu) tahun. Dengan kata lain mahasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti pada saat yang bersangkutan baru disemester I dan II, dan baru diperkenankan jika yang bersangkutan telah berada disemester III.

b. Selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat mahasiswa diberi hak untuk mengambil cuti sebanyak IV (empat) semester, yang tidak boleh diambil secara berurutan.

c. Cuti diberikan paling lama II (dua) semester bila pengajuan permohonan cuti dilakukan mahasiswa pada semester Gasal, dan I (satu) semester bila pengajuan permohonan tersebut dilakukan pada semester ganap.

d. Masa pengajuan permohonan cuti terhitung sejak masa herregistrasi sampai I (satu) bulan sesudahnya.

e. Selama cuti mahasiswa dikenai biaya administrasi cuti sesuai yang ditetapkan Universitas untuk masing-masing angkatan.

3. Prosedur Pengajuan Cuti Kuliah

a. Mahasiswa mengambil blangko permohonan cuti dibagian Tata Usaha.

b. Setelah diisi dan ditanda tangani oleh mahasiswa yang bersangkutan, permohonan cuti tersebut dimintakan persetujuan kepada Dekan atau Ketua Prodi.

c. Menyelesaikan pembayaran Administrasi cuti dibagian keuangan.

d. Setelah semua prosedur diatas ditempuh, bagian Tata Usaha Fakultas mengeluarkan surat izin cuti yang ditembuskan ke Biro Administrasi Akademik Universitas.

Aktif kembali

Mahasiswa yang mengambil cuti Akademik dapat aktif kembali dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Mahasiswa mengajukan surat permohonan aktif kembali kepada Dekan atau Ketua Prodi dilampiri dengan surat izin cuti yang pernah diperolehnya sewaktu dulu ketika yang bersangkutan mengajukan permohonan cuti.

2. Bila disetujui, Dekan atau Ketua Prodi akan membubuhkan tanda persetujuan pada surat permohonan tersebut.

3. Persetujuan Dekan atau Ketua Prodi tersebut selanjutnya digunakan untuk melakukan herregistrasi.

4. Selanjutnya mahasiswa tersebut melakukan herregistrasi sesuai dengan prosedur atau tahapan yang telah diatur.

Ketentuan Mengenai Skripsi

1. Persyaratan penyusunan Skripsi

Mahasiswa diperkenankan menyusun Skripsi apabila telah memenuhi persyaratan :

a. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada tahun Akademik yang sedang berlangsung.

b. Telah menyelesaikan (Lulus) 75% teori atau telah mengumpulkan nilai kredit minimal 108 SKS.

c. Telah menempuh dan lulus matakuliah Metode Penelitian dengan nilai minimal C.

d. Memperoleh IP komulatif minimal 2,00

e. Telah memenuhi persyaratan Administratif yang ditetapkan oleh Universitas dan Fakultas.

2. Tenggang waktu penyusunan skripsi

a. Tenggang waktu atau lama penyusuna skripsi ditetapkan I (satu) tahun terhitung semenjak penetapan dosen pembimbing skripsi sampai dengan mahasiswa dinyatakan lulus.

b. Periode penyusunan skripsi tersebut dapat diperpanjang selama III (tiga)  bulan.

c. Jika mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan skripsinya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, maka skripsi tersebut dinyatakan gugur. Dalam hal ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan judul baru sesuai dengan ketentuan penyusunan skripsi selama waktu studi mahasiswa yang bersangkutan memmungkinkan. Adapun rincian ketentuan lain mengenai skripsi dapat dilihat pada buku pedoman penyusunan skripsi Fakultas Agama Islam Muhammadiyah Sumatera Barat.

Batas Waktu Studi Dan Putus Kuliah (Dropout)

Jenjang pendidikan program strata satu (S1) dapat diselesaikan dalam waktu selama-lamanya 14 (empat belas) semester atau 7 (tujuh) tahun, diluar masa cuti. Jika ternyata mahasiswa belum dapat menyelesaikan program studinya pada kurun waktu itu, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak mampu melanjutkan studi. Mahasiswwa Fakultas Agama Islam menyatakan putus kuliah (dropout) apabila sampai IV (empat) semester pertama mahasiswa tersebut belum mencapai sekurang-kurangnya 30 SKS atau Indeks Prestasi komulatif (IPK) yang dimiliki dibawah 2,00. Apabila mahasiswa mampu mengumpulkan lebih adari 30 SKS, maka Evaluasi IPK-nya diambil dari 30 SKS tertinggi.

Bebas Teori

Mahasiswa yang telah menempuh dan lulus seluruh beban SKS yang telah ditentukan, kecuali KKN dan skripsi, dapat mengajukan bebas teori (BT) dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Telah lulus semua mata kuliah kecuali KKN dan skripsi, dengan nilai minimal C meskipun demikain, mahasiswa yang masih memiliki nilai D sebanyak-banyaknya III (tiga) maka kuliah diluar mata kuliah sebagaimana ketentuan dimuka dapat mengajukan permohonan BT.

2. Menempuh prosedur yang sama dengan prosedur herregistrasi.

3. Mahasiswa BT tidak dikenai biaya tetap dan biaya tervariabel, melainkan hanya dikenai biaya herregistrasi dan biaya bebas teori.

4. Setelah resmi dinyatakan bebas teori, mahasiswa yang bersangkutan tidak diperkenankan mengulang atau memperbaiki nilai.

Pindah Kuliah

1. Dari Perguruan Tinggi Lain

Ketentuan bagi mahasiswa perguruan tinggi lain yang pindah dan melanjutkan studi di Fakultas Agama Islam Muhammadiyah Sumatera Barat diatur sebagai berikut :

a. Penerimaan mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi lain oleh Fakultas Agama Islam Muhammadiyah Sumatera Barat dilakukan pada awal tahun Akademik baru dan diwajibkan melakukan tes sebagaimana tes penerimaan mahasiswa baru.

b. Status dan jurusan/program studi perguruan tinggi asal, sesuai dan berstatus Akreditasi lebih tinggi atau sama dengan status jurusan/program studi di Fakultas Agama Islam Muhammadiyah Sumatera Barat yang dituju.

c. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 2,50.

d. Mengajukan surat permohonan melanjutkan studi ke Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang ditujukan kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dengan tebusan dekan Fakultas Agama Islam bermatrai Rp. 6000.

e. Memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai dengan ketentuan panitia penmaru Unversitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

2. Pindah Ke Perguruan Tinggi Lain

Bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang berkehendak untuk pindah studi ke perguruan tinggi lain, maka ketentuan proseduralnya adalah sebagai berikut :

a. Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan surat permohonan pindah ditujukan kepada Dekan melalui bagian Tata Usaha Fakultas dengan dilampiri :

1) Surat keterangan bebas pustaka dari perpustakaan Fakultas Agama Islam, perpustakaan Universitas, perpustakaan Daerah.

2) Surat keterangan bebas keuangan dari bagian keuangan.

3) Kartu mahasiswa asli yang masih berlaku

b.  Dekan Fakultas atas permohonan tersebut selanjutnya mengeluarkan surat keterangan pindah disertai Transkip nilai mahasiswa yang bersangkutan dengan tembusan ditujukan kepada kepala Biro Administrasi Akademik dan kepala bagian keuangan.

c. Berkas-berkas tersebut diserahkan kebagian kemahasiswaan untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan pemprosessan dan penerbitan surat pindah dari Rektor.

 

 

 

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa sebelum mengakiri studi. KKN dilaksanakan 1 (satu) kali dalam setiap tahun Akademik. Persyaratan dan prosedur untuk mengikuti KKN ditentukan oleh Fakultas.

 

Sanksi Akademik 

Sanksi Akademik merupakan sanksi yang diberikan pada setiap mahasiswa yang dinilai telah melakukan pelanggaran-pelanggaran Akademik sebagai berikut :

1. Mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studinya dalam masa studi 7 (tujuh) tahun efektif, maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan tidak berhak lagi mengikuti kegiatan Akademik dari Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

2. Mahasiswa non aktif tanpa izin, yang telah melebihi tenggang waktu II (dua) tahun Akademik, dinyatakan tidak berhak lagi mengikuti kegiatan Akademik di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

3. Mahasiswa non aktif dengan izin bila melebihi tenggang waktu III (tiga) tahun, dinyatakan tidak berhak lagi mengikuti kegitan Akademik di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

4. Peringatan diberikan kepada mahasiswa yang tidak dapat mencapai IP 2,00. Mahasiswa yang diperingatkan, dan sampai IV (empat) semester tidak dapat meningkatkan IP-nya sampai batas ketetapan minimal, tidak diperkenankan melanjutkan studinya.

5. Sanksi Akademik dapat dijatuhkan atas pelanggaran perkuliahan, ujian dan tata tertib lainnya.

6. Surat pengeluaran mahasiswa diterbitkan oleh Rektor atas usul Dekan, yang tembusannya disampaikan kepada Dekan, dosen pembimbing dan orang tua/wali mahasiswa. 



Baca Juga Berita Terkait dengan Artikel ini :