Artikel dari Kategori : Profil

Pedoman Penulisan Skripsi

Ilpi Zukdi | , 31 Juli 2011 - 00:00:00 WIB | dibaca: 4627 pembaca

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.       Kedudukan Karya Tulis Ilmiah di Perguruan Tinggi

Karya tulis ilmiah memiliki kedudukan sangat penting dan merupakan bagian dari tuntutan formal akademik di perguruan tinggi. Dilihat dari tujuan penulisannya, karya tulis ilmiah dibedakan ke dalam dua jenis.

1.    Karya tulis ilmiah yang dimaksudkan untuk memenuhi tugas-tugas perkuliahan. Karya ilmiah yang dimaksud dapat berbentuk makalah atau paper, laporan bab dan laporan buku.

2.   Karya tulis ilmiah yang dimaksudkan untuk memenuhi sebahagian persyaratan yang dituntut kepada mahasiswa ketika yang bersangkutan ingin menyelesaikan pendidikannya pada jenjang atau tingkatan tertentu. Karya ilmiah yang dimaksud adalah skripsi.

Karya tulis ilmiah dalam bentuk makalah atau paper, laporan bab dan laporan buku merupakan bagian dari tugas mata kuliah yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa dalam sistem SKS (Satuan Kredit Semester). Makalah atau paper, laporan bab dan laporan buku merupakan bagian dari komponen tugas-tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa di luar perkuliahan tatap muka yang dilakukan di dalam kelas. Makalah atau paper, laporan bab dan laporan buku merupakan karya ilmiah yang selalu menghiasi aktifitas mahasiswa di perguruan tinggi.

Skripsi disusun oleh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh program studi atau perguruan tinggi, seperti Indek Prestasi Kumulatif (IPK) sesuai dengan pedoman akademik yang berlaku dan telah lulus mata kuliah metode penelitian pendidikan.

Karya tulis dapat dikatakan ilmiah apabila memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, di antaranya; objektif, aktual, kritis, valid, akurat, sistematis dan terfokus pada satu masalah. Objektif adalah data dan informasi sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Selanjutnya karya ilmiah mengandung satu ide atau pikiran; Aktual atau up to date adalah berkenaan dengan hal-hal atau fakta baru; Kritis maksudnya tidak hanya menyampaikan kebaikan atau kelebihan sesuatu tetapi juga menyampaikan kekurangannya, tidak hanya mengemukakan pendapat seseorang tetapi juga mengemukakan analisa tentang pendapat tersebut; Valid atau sahih maksudnya benar adanya atau dipercaya, semua ide atau pemikiran yang lahir punya alasan, landasan atau referensi; Sistematis maksudnya ide, pemikiran, data informasi tersusun dengan baik sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan; Fokus maksudnya pembahasan tidak ngambang melainkan mengarah pada satu masalah yang menjadi objek kajian.

Pikiran atau ide mengacu kepada hasil kajian pustaka yang bersumber dari publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal, buku teks, atau publikasi di internet, dan hasil dari pengamatan lapangan, kajian historis atau kajian kepustakaan. Dalam kaitan ini karya tulis ilmiah merupakan upaya dalam mengkomunikasikan suatu ide atau pikiran seseorang yang disampaikan secara terbuka dan objektif serta memungkinkan mendapatkan koreksi dan kritik dari pihak lain.

Di sisi lain, karya tulis ilmiah merupakan sarana untuk menyampaikan ide atau pikiran teoritis dan praktis tentang hasil pengkajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa. Dalam khazanah keilmuan dan akademik, karya tulis ilmiah dapat memperkokoh paradigma keilmuan pada bidang atau disiplin ilmu yang tertentu.

Urgensi karya ilmiah di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah  Sumatera Barat, adalah sebagai:

1.    Wahana untuk melatih mahasiswa mengungkapkan pikirannya secara objektif, sistematis, dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

2.    Memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan kependidikan.

3.    Merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana.

Urgensi pertama mengarah pada sasaran untuk mengembangkan kemampuan ilmiah mahasiswa melalui latihan-latihan dalam membuat berbagai bentuk karya ilmiah yang objektif, aktual, kritis, valid, akurat, sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan. Urgensi kedua mengacu pada manfaat keilmuan dan kependidikan yang diperoleh dari produk karya ilmiah yang dihasilkan. Urgensi ketiga merupakan manfaat pribadi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan pada tingkat atau jenjang tertentu.

Ketiga urgensi karya ilmiah tersebut seyogyanya disadari oleh mahasiswa maupun dosen yang memberikan bimbingan, sehingga karya ilmiah yang terbaik dapat dihasilkan.

B.       Tujuan Penyusunan Buku Pedoman

Penyusunan buku pedoman penulisan karya ilmiah bertujuan untuk:

1.   Terwujudnya kesamaan pemahaman antara dosen dan mahasiswa di lingkungan FAI UMSB berkenaan dengan pengertian, ruang lingkup, karakteristik, dan format karya tulis ilmiah.

2.   Meningkatkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan mahasiswa di lingkungan FAI UMSB.

C.       Sistematika Isi Buku Pedoman

Buku pedoman penulisan karya ilmiah memuat beberapa Bab.

Bab I mengemukakan kedudukan karya tulis ilmiah pada perguruan tinggi, tujuan penyusunan buku pedoman, dan sistematika isi buku pedoman ini. Selanjutnya, Bab II berisi tentang penulisan skripsi, yang meliputi pengertian, karakteristik, ruang lingkup, persyaratan, pembimbing, tugas dan persyaratan, sistematika dan penilaian, Bab III mengutarakan tekhnik penulisan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENULISAN SKRIPSI

 

A.       Pengertian

Skripsi adalah karya tulis ilmiah resmi yang merupakan tugas akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan program sarjana (S1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan bidang keahliannya. Skripsi disusun berdasarkan hasil kajian atau penelitian yang dilakukan berdasarkan metode ilmiah dan dipertahankan dalam suatu sidang munaqasah untuk mencapai gelar Sarjana.

B.       Karakteristik

Skripsi mempunyai karakteristik sebagai berikut ini:

1.   Terarah pada eksplorasi permasalahan atau pemecahan masalah pengajaran dan kependidikan pada tingkat pendidikan prasekolah (PAUD, TK); pendidikan dasar (MI dan SD); pendidikan menengah (MTs, SMP, MA, SMU dan SMK); serta pendidikan tinggi; demikian juga jalur pendidikan luar sekolah, termasuk pendidikan keluarga. Untuk bidang non kependidikan, skripsi terarah pada topik-topik bidang keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa.

2.   Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan dan atau penelaahan pustaka.

3.   Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengacu pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dengan keharusan membuat abstrak dalam bahasa indonesia.

4.   Penulisan skripsi berpedoman kepada tata cara atau kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah yang standar.

5.    Skripsi berbobot 6 SKS

C.       Ruang Lingkup

Ruang lingkup skripsi difokuskan pada bidang kajian atau jurusan pada masing-masing yang bersangkutan, baik bidang kependidikan maupun non-kependidikan.

Ruang lingkup skripsi pendidikan meliputi:

1.    Pengembangan teori atau konsep pendidikan

2.    Penerapan teori atau konsep keilmuan

3.    Peserta didik

4.    Pengembangan kurikulum

5.    Proses belajar dan mengajar

6.    Pengembangan profesi

7.    Pengembangan kelembagaan

8.    Manajemen dan administrasi pendidikan

9.    Sarana dan prasarana pendidikan

10. Teknologi pendidikan

11.  Kebijakan dalam bidang pendidikan

12.  Perbandingan pendidikan

13.  Pendidikan Nilai

14.  Pendidikan luar sekolah

15.  Pendidikan untuk anak kebutuhan khusus

16.  Inovasi dan prospektif pendidikan

17.  Kerja sama pendidikan

18.  Peraturan dan perundang-undangan tentang pendidikan

19.   Dll

D.    Persyaratan

1.      Mahasiswa S1 yang berhak menulis skripsi adalah mereka yang memenuhi persyaratan berikut ini:

a.       Telah lulus minimal sebanyak 105 SKS

b.      Indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,50.

c.       Telah lulus mata kuliah metode penelitian pendidikan dengan nilai minimal C atau 2,00

d.      Telah menghadiri seminar proposal tingkat fakultas sebanyak minimal 10 kali dengan ketentuan minimal 1 kali jadi moderator dan 1 kali jadi notulen seminar

2.      Waktu untuk penyelesaian atau proses bimbingan skripsi paling lama 6 (enam) bulan. Perpanjangan waktu penyelesaian atau bimbingan skripsi paling lama 1x6 bulan atas usul pembimbing pertama.

3.     Tebal skripsi sekitar 60-100 halaman (tidak termasuk pengantar, halaman i) dan lampiran.

E.       Pembimbing

1.    Prosedur pembimbing

Penyelesaian skripsi tahap persiapan, pelaksanaan, dan ujian.

a.         Tahap persiapan

1)   Mahasiswa calon diwajibkan menyusun usulan rancangan atau proposal penulisan skripsi yang memuat:

a)      Judul skripsi

b)      Latar belakang masalah

c)      Rumusan masalah

d)      Batasan masalah

e)      Tujuan penelitian

f)        Kegunaan penelitian

g)     Definisi operasional atau pengertian istilah (untuk penelitian kuantitatif dilengkapi dengan kisi-kisi instrumentasi)

h)      Asumsi dan hipotesis (bila diperlukan)

i)       Tinjauan teoritis, yaitu teori tentang variable-variabel penelitian yang bersumber dari buku, jurnal, internet, dan laporan penelitian yang relevan (utamakan teori dari tangan pertama atau penulis yang ahli dibidangnya)

j)       Metode penelitian, mencakup metode yang digunakan, prosedur, responden/populasi dan sampel, teknik./ alat pengumpulan data dan tekhnik analisis data.

k)     Sistematika penulisan, pada tahap persiapan, mahasiswa dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dosen yang memiliki keahlian dalam bidang kajian yang diteliti atau dengan penasehat akademik. Tujuannya adalah untuk membantu mahasiswa dalam menetapkan fokus/topik kajian, mempertajam serta pemilihan metode penelitian yang akan digunakan.

2)      Mengajukan rancangan proposal tersebut kepada prodi untuk diseminarkan.

3)    Mendapatkan persetujuan dan penetapan pembimbing dengan dikeluarkannya SK Dekan  tentang pembimbing skripsi.

b.       Tahap pelaksanaan penelitian dan bimbingan

Berdasarkan surat keputusan pengangkatan atau penetapan pembimbing, maka yang bersangkutan mulai bekerja dibawah bimbingan pembimbing yang telah ditetapkan. Berdasarkan kesepakatan antara pembimbing dengan mahasiswa yang dibimbingnya kegiatan penelitian dilaksanakan selama proses penelitian yang kemudian dilanjutkan dengan proses penulisan. Konsultasi mahasiswa kepada pembimbing harus dilakukan secara teratur sesuai dengan kesepakatan antara pembimbing dan mahasiswa. Proses bimbingan terekam dalam kartu bimbingan.

c.         Tahap akhir

Berdasarkan penilaian kedua pembimbing bahwa penulisan skripsi sudah memenuhi persyaratan secara ilmiah, maka selanjutnya pembimbing memberikan persetujuan pada lembaran persetujuan, selanjutnya mahasiswa mangajukan kepada ketua prodi untuk diujikan dalam forum munaqasah.

2.      Persyaratan dosen pembimbing

Dosen pembimbing penulisan skripsi ditetapkan sebagai berikut:

a.       Pembimbing penulisan skripsi sebanyak dua orang terdiri atas pembimbing I dan II.

b.     Pembimbing I serendah-serendahnya berpangkat Lektor atau bergelar Magister/master sesuai dengan bidang keahliannya

c.      Pembimbing II serendah-rendahnya berpangkat Asisten Ahli atau bergelar Magister/Master sesuai dengan bidang keahliannya.

d.      Pembimbing skripsi telah memiliki pengalaman menulis skripsi atau pengalaman menulis karya ilmiah yang setara dengan skripsi

e.       Pembimbing skripsi memiliki keahlian yang relevan dengan masalah/topik skripsi yang ditulis oleh mahasiswa yang dibimbingnya.

3.      Tugas pembimbing

a.       Pembimbing I bertugas:

1)     Memberikan bimbingan berkenaan dengan ketajaman masalah, teori dan pemilihan metode penelitian yang tepat.

2)     Menelaah dan memberikan rekomendasi, pertimbangan, tanggapan, dan saran tentang prosedur pengumpulan dan analisa data serta pengambilan kesimpulan

3)     Memberikan persetujuan akhir terhadap naskah skripsi yang akan diajukan ke sidang munaqasah.

b.      Pembimbing II bertugas:

1)    Memberikan bimbingan dalam aspek penyusunan unsur-unsur disain proposal baik dari segi metodologis maupun bahasa.

2)    Memberikan pertimbangan, tanggapan, dan saran mengenai prosedur penelitian serta teknik penulisan yang digunakan serta sistematikanya

3)    Memberikan persetujuan terhadap naskah akhir untuk diajukan ke siding ujian sebelum skripsi disetujui oleh pembimbing pertama.

F.      Sistematika

Sistematika penulisan skripsi merujuk pada BAB III pedoman ini.

G.    Penilaian

Penulisan skripsi dilihat isi, bahasa, metode, sistematika, dan penyajian. Skripsi dipertahankan dalam ujian sidang, dan penilaian diberikan terhadap penguasaan isi, kemampuan mempertahankan skripsi secara ilmiah, dan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa keilmuan dalam bidang studi yang bersangkutan secara baik dan benar serta adab atau etika dalam ujian. Penilaian skripsi dilakukan oleh dosen penguji yang terdiri atas minimal lima orang dosen termasuk dosen pembimbing (minimal satu orang pembimbing yang bertindak sebagai penguji menghadiri sidang munaqasah dan melakukan pengujian). Syarat dosen penguji minimal berpangkat lektor atau bergelar megister/master pada bidang keahlian yang sesuai

Penilaian dilakukan dengan menggunakan format penilaian pda halaman berikut ini:

 PENILAIAN SKRIPSI

 

Nama                     :         

No. Pokok             :

Jurusan/Program     :

Hari/Tgl. Ujian        :

No

Aspek yang dinilai

Nilai

rerata

I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II

Naskah skripsi

1.   Judul

2.   Masalah

3.   Metode penelitian

4.   Ketepatan penggunaan teori

5.   Pemilihan metode penelitian

6.   Prosedur analisis data

7.   Temuan dan analisa

8.   Kesimpulan

9.   Bahasa

10.Teknik penulisan

                           Jumlah

 

Ujian sidang

1.      Penguasaan isi

2.      Penguasaan metodologi

3.      Kemampuan mempertahankan

4.      Sikap dalam ujian

                          jumlah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN

:…………………………………………………………………………

 

                                                           ………, ………………..

                                                            Penguji

 

H.    Perbaikan Skripsi dalam Rangka Lulus Bersyarat

Mahasiswa dapat dinyatakan lulus bersyarat oleh sidang munqasah apabila naskah skripsinya masih perlu diperbaiki karena dianggap masih mangandung kelemahan yang cukup mendasar. Mahasiswa yang bersangkutan diarahkan oleh anggota tim penguji, untuk memperbaiki pada bagian-bagian tertentu dalam jangka waktu tertentu, kemudian hasilnya ditelaah masing-masing penguji untuk dikomentari dan disahkan.

Mahasiswa yang bersangkutan diberi waktu maksimal satu bulan untuk memperbaiki, apabila dalam waktu satu bulan yang bersangkutan tidak mampu memperbaiki, maka yang bersangkutan diharuskan untuk mengikuti ujian kembali.

  

BAB III

SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

Sistematika penulisan skripsi secara keseluruhan terdiri dari:

-         Judul, disertai pernyataan mengenai maksud penulis skripsi, Nama dan Lembaga

-         Persetujuan tim pembimbing

-         Pernyataan tentang keaslian Karya Ilmiah

-         KATA PENGANTAR

-         ABSTRAK (tidak lebih dari satu setengah halaman)

-         DAFTAR ISI

-         DAFTAR TABEL (bila ada)

-         DAFTAR GAMBAR (bila ada)

-         DAFTAR LAMPIRAN (bila ada)

-         BAB I  PENDAHULUAN

-         BAB II  KAJIAN PUSTAKA/KERANGKA TEORITIS

-         BAB III  METODE PENELITIAN

-         BAB IV  PEMBAHASAN HASIL-HASIL PENELITIAN

-         BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI ATAU SARAN

-         DAFTAR PUSTAKA

-         LAMPIRAN-LAMPIRAN

-         RIWAYAT HIDUP PENULIS

1.      Judul Dan Pernyataan Maksud Penulisan

Judul skripsi dirumuskan dalam satu kalimat yang ringkas, komunikatif, dan alternative. Judul harus mencerminkan dan konsisten dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian dan metode penelitian. Walaupun judul sudah harus dibuat sejak proposal penelitian dibuat, namun pada akhirnya judul dapat saja berubah sesuai dengan kesepakatan antara mahasiswa dengan dosen pembimbing yang bersangkutan berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dan analisa yang dilakukan.

Skripsi ditulis untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (SI). Pernyataan mengenai maksud ini ditulis baik pada sampul luar maupun sampul dalam skripsi.

 

2.      Tim Pembimbing

Kedudukan tim pembimbing ini ditempatkan dalam halaman khusus dengan kedudukan sebagai PEMBIMBING PERTAMA, PEMBIMBING KEDUA, dan seterusnya. Nama Tim Pembimbing harus ditulis lengkap dan benar. Begitu juga gelar akademik maupun gelar-gelarnya. Agar tidak terjadi kekeliruan maka mahasiswa yang bersangkutan harus mengadakan konsultasi khusus dengan jurusan/program studi tentang hal ini.

3.      Pernyataan Tentang Keaslian Karya Tulis

Pernyataan ini menegaskan bahwa karya tulis berupa skripsi adalah benar-benar karya mahasiswa yang bersangkutan, dan bukan jiplakan. Pernyataan keaslian karya tulis ditanda tangani di atas materai Rp. 6000,- (enam ribu rupiah). (redaksi pernyataan terdapat pada lampiran).

4.      Kata Pengantar

Kata pengantar berisi uraian yang mengantar para pembaca skripsi kepada permasalahan yang diteliti dan isi skripsi. Dalam kata pengantar dapat pula dikemukakan ucapan terimakasih dan apresiasi mahasiswa kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya ilmiahnya. Ucapan terimakasih disampaikan secara singkat, dan sebaiknya tidak merupakan bagian yang terpisah.

5.      Abstrak

Abstrak merupakan merupakan uraian singkat tetapi lengkap tentang isi skripsi, yang dimulai dengan judul, nama mahasiswa, latar belakang masalah, rumusan masalah/fokus, tujuan penelitian, hipotesa, pendekatan atau metode penelitian yang digunakan, temuan penelitian, kesimpulan dan saran, diketik satu spasi.

 

6.      Daftar Isi

Daftar isi ini merupakan penyajian sistematika isi secara lebih rinci dari skripsi. Daftar isi berfungsi untuk mempermudah para pembaca mencari judul dan sub-judul isi yang ingin dibacanya. Oleh karena itu, judul dan sub-judul yang ditulis dalam daftar isi harus langsung ditunjukkan nomor halamannya.

Nomor-nomor untuk halaman awal sebelum BAB I digunakan angka romawi kecil (misalnya i,ii,iii,iv, dst), sedangkan dari halaman pertama BAB I sampai dengan halaman terakhir dari karya tulis ilmiah digunakan angka arab (1,2,3, dst).

7.      Daftar Tabel

Fungsi daftar table ini sama dengan daftar isi, yakni menyajikan tabel secara berurutan mulai dari tabel pertama sampai dengan tabel akhir yang ada dalam skripsi. Secara berurutan daftar table ini menyatakan nomor urut tabel (dengan dua angka) yang masing-masing menyatakan nomor urut tabel dan nomor urut bab di dalam skripsi.

Contoh: tabel 1.3., artinya tabel nomor 3 yang ditulis pada Bab I. Setiap nomor urut tabel pada daftar tabel diberi nomor halaman yang menunjukkan pada halaman mana tabel itu terletak. Judul tabel pada daftar tabel ditulis dengan HURUF BESAR untuk setiap huruf awal dari setiap kata, begitu juga di dalam naskah.

8.      Daftar Gambar

Daftar gambar berfungsi untuk menyajikan secara berurutan dengan masing-masing disebutkan nomor urut gambar dengan menggunakan dua angka seperti pada daftar tabel. Judul gambar ditulis dengan huruf besar untuk setiap huruf awal dari setiap kata, seperti halnya penulisan judul tabel. Setiap judul gambar disertai nomor urut halaman tempat gambar terletak.

Contoh : gambar 1.3., artinya gambar nomor 3 yang ditulis pada Bab I. setiap nomor urut gambar pada daftar gambar diberi nomor halaman yang menunjukkan pada halaman dan bab berapa gambar itu terletak.

9.      Daftar Lampiran

Daftar lampiran ini mempunyai fungsi yang sama dengan daftar-daftar yang lain yakni menyajikan lampiran disajikan nomor urut lampiran (dengan satu angka), nama lampiran, dan nomor halaman tempat masing-masing dimana lampiran terletak dalam karya tulis ilmiah yang bersangkutan.

Contoh : lampiran 1.98 instrumen. Artinya I tentang instrument pada halaman 98. Setiap nomor urut lampiran diberi nomor halaman yang menunjukkan pada halaman mana lampiran itu terletak.

10.  Bab I : PENDAHULUAN

Bab I skripsi tentang pendahuluan merupakan bagian awal dari skripsi. Pendahuluan ini berisi : latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, defini operasional/pengertian istilah, asumsi, hipotesis, metode penelitian secara garis besar beserta prosedur, teknik pengumpulan data dan pendekatannya, lokasi dan sampel penelitian. Secara ringkas berikut ini dibahas satu persatu.

10.1.         Latar belakang masalah

Latar belakang masalah merupakan rasionalisasi atau alasan tentang kelayakan suatu masalah layak untuk diteliti. Latar belakang masalah menjawab pertanyaan mengapa masalah penting untuk diteliti? Baik dari sisi peneliti, pengembangan ilmu dan kepentingan pembangunan. Dalam latar belakang masalah perlu disajikan apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti. Dalam latar belakang masalah sebaiknya diungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalan (fakta lapangan). Ada baiknya kalau diutarakan juga kerugian-kerugian apa saja yang bakal diderita apabila masalah tersebut dibiarkan tidak diteliti dan keuntungan-keuntungan apa saja yang kiranya bakal diperoleh apabila masalah tersebut diteliti.

Di samping itu, perlu pula diuraikan secara jelas tentang kedudukan masalah yang hendak diteliti itu di dalam wilayah bidang studi atau keilmuan yang ditekuni oleh peneliti. Disamping itu, juga perlu dikemukakan tentang harapan yang ingin diwujudkan dari hasil penelitian tersebut.

Untuk mampu merumuskan latar belakang masalah secara runtut, jelas dan tajam, maka mahasiswa dituntut untuk mampu membaca dan memaknai gejala-gejala yang muncul dalam dunia pendidikan. Untuk itu pengetahuan mahasiswa yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil peneltitian terdahulu yang terkait merupakan syarat mutlak. Ini merupakan alasan lain mengapa penelaahan terhadap jurnal-jurnal hasil penelitian terdahulu yang terkait harus sejak awal dilakukan.

 

10.2.         Rumusan masalah

Merumuskan masalah merupakan pekerjaan yang cukup sukar untuk dilakukan bagi setiap peneliti. Hal yang dapat menolong untuk keluar dari kesulitan merumuskan judul dan masalah adalah pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian para pakar terdahulu dalam bidang-bidang yang terkait dengan masalah yang akan diteliti.

Untuk mempermudah, maka rumusan masalah dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat bertanya setelah didahului uraian tentang masalah penelitian, variabel-variabel yang diteliti, dan kaitan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

10.3.            Tujuan penelitian

Rumusan tujuan penelitian menyajikan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian setelah penelitian selesai dilakukan. Oleh sebab itu tujuan ini harus konsisten dengan rumusan masalah dan mencerminkan pula proses penelitiannya. Rumusan tujuan penelitian tidak boleh sama dengan rumusan maksud penulisan skrispsi, yang ditulis pada halaman sampul luar dan halaman sampul dalam.

Tujuan penelitian terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat dalam satu kalimat apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan khusus dirumuskan dalam bentuk butir-butir (misalnya 1, 2, 3, dst) yang secara spesifik mengacu kepada pertanyaan-pertanyaan penelitian.

10.4.            Defenisi operasional atau pengertian istilah

Definisi operasional menjelaskan makna atau pengertian variabel-variabel yang diteliti (bukan kata) baik dari sisi bahasa maupun istilah dan pengertian spesifik yang peneliti maksudkan. Pengertian bahasa dapat bersumber dari kamus atau ensiklopedi, sedangkan makna atau pengertian istilah diperoleh dari teori atau buku-buku keilmuan yang menjadi sumber variabel atau istilah tersebut diperoleh. Kemudian, peneliti harus mampu mengambil pengertian sendiri untuk digunakan sebagai definisi operasional dalam penelitian yang dilakukan.

Definisi operasional yang dirumuskan untuk setiap variabel harus sampai melahirkan indikator-indikator dari setiap variabel yang diteliti yang kemudian akan dijabarkan dalam instrument penelitian.

10.5.            Asumsi

Fungsi asumsi dalam sebuah skripsi merupakan titik pangkal penelitian dalam rangka penulisan skripsi tersebut. Asumsi dapat berupa teori, evidensi-evidensi dan dapat pula pemikiran peneliti tersendiri. Apapun materinya, asumsi tersebut harus sudah merupakan suatu yang tidak perlu dipersoalkan atau dibuktikan lagi kebenarannya; sekurang-kurangnya bagi masalah yang akan diteliti pada masa itu. Asumsi-asumsi dirumuskan sebagai landasan bagi hipotesis.

Asumsi harus dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif atau pernyataan. Jadi bukan kalimat bertanya, kalimat menyeluruh, kalimat menyarankan atau kalimat mengharapkan.

10.6.      Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau sub-masalah yang diajukan peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan masih harus di uji kebenarannya. Melalui penelitian ilmiah, hipotesis akan dinyatakan ditolak atau diterima.

Hipotesis harus dibuat dalam setiap penelitian yang bersifat analitis. Untuk penelitian deskriptif, yang bermaksud mendeskripsikan masalah yang diteliti, hipotesis tidak perlu dibuat, oleh karena memang tidak pada tempatnya. Hipotesis penelitian harus dirumuskan dalam kalimat afirmatif. Hipotesis tidak boleh dirumuskan dalam kalimat Tanya, kalimat menyeluruh, kalimat menyarankan atau kalimat mengharapkan.

10.7.      Lokasi penelitian

Lokasi penelitian perlu dijelaskan, terutama alasan mengapa penelitian itu dilakukan ditempat itu dan jelaskan pula subjek penelitiannya. Alasan ini akan menjadi kuat apabila dikaitkan dengan rumusan masalah, latar belakang masalah, dan tujuan penelitian serta teknik analisa data.

 

11.  Bab II : KAJIAN PUSTAKA/KERANGKA TEORITIS

Kajian pustaka atau kerangka teoritis sangat penting dalam karya ilmiah terutama penelitan, karena melalui kajian pustaka dapat ditunjukkan kedudukkan suatu penelitian di tengah perkembangan ilmu dalam bidang yang diteliti. Kerangka teori tidak sekedar memasukkan pendapat-pendapat orang lain ke dalamnya, akan tetapi memuat kerangka teori yang digunakan dalam penelitian tersebut. Pada bagian ini harus jelas teori siapa mengemukakan teori tersebut, atau paling tidak dikutip dari buku-buku yang ditulis oleh orang yang memiliki keahlian di bidang keilmuan tersebut. Hal ini penting,  mengingat banyak penelitian yang tidak jelas teori yang dipakai sebagai landasan dan atau mengutip teori dari buku-buku yang ditulis oleh orang bukan ahlinya.

Kajian pustaka atau kerangka harus memuat hal-hal sebagai berikut :

1.      Teori-teori utama dan teori-teori turunannya dalam bidang yang dkikaji.

2.      Apa yang dilakukan oleh orang lain atau peneliti lain dalam bidang yang diteliti dan bagaimana mereka melakukannya (prosedur, subyek).

3.      Apa yang telah diketahui (berdasarkan hasil-hasil penelitian) dalam bidang yang diteliti.

4.      Setelah peneliti melakukan kajian secara konperhensif, maka dapatlah diketahui masalah apa yang masih perlu diteliti sehingga jelas kedudukan penelitian ini di tengah penelitian-penelitian sejenis sebelumnya.

Khusus dalam kajian kepustakaan untuk melaporkan hasil kajian hasil penelitian terdahulu, peneliti membandingkan, mengontraskan, meletakkan tempat kedudukan masing-masing dalam masalah yang sedang diteliti, dan pada akhirnya menyatakan posisi/pendirian peneliti disertai alasan-alasannya. Dengan demikian menjadi sangat jelas mengapa peneliti hanya menggunakan teori-teori dan hasil-hasil penelitian tertentu saja dan tidak yang lainnya. Telaah ini diperlukan karena tidak ada penelitian empiric tanpa didahului telaah kepustakaan.

Telaah teoritis sama sekali bukan dimaksudkan untuk memamerkan hasil penelitian ilmiah para pakar terdahulu dalam satu verbal sehingga para pembaca “diberitahu” mengenai banyaknya sumber tertulis yang telah dipilihnya. Telaah teoritis dimaksudkan untuk menampilkan “mengapa dan bagaimana” teori dan hasil penelitian para pakar terdahulu itu dipergunakan oleh peneliti dalam penelitiannya.

Dalam prakteknya, judul bab II disesuaikan dengan masalahnya, tetapi dapat juga diberi judul KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORITIK, atau KAJIAN TEORITIK karena isinya telah tergambar dalam judul penelitian.

12.        Bab III : METODE PENELITIAN

Pada penulisan akhir skripsi yang meliputi semua Bab dari bab awal pendahuluan dan bab akhir kesimpulan, bab III sebaiknya khusus menjelaskan tentang metode penelitian. Pembatasan istilah yang ada pada judul dan variable yang diteliti dalam penelitian juga dijelaskan dalan bab ini. Semua prosedur dan tahap-tahap penelitian mulai persiapan hingga penelitian berakhir dijelaskan dalam bab ini. Di samping itu, dilaporkan juga tentang instrument yang digunakan, kisis-kisi penelitian beserta proses pengembangan dan uji validitas dan reliabilitasnya, populasi dan sampel. Sangat penting untuk dijelaskan mengapa sesuatu tekhnik atau prosedur/metode dipilih oleh peneliti. 

13.        Bab IV : HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

Dalam bab ini dilaporkan hasil-hasil penelitian. Penyajian mengacu pada butir-butir tujuan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian. Penyajian hasil penelitian dilakukan berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber data yang dihasilkan dikumpulkan dari berbagai sumber data, selanjutnya diikuti oleh pembahasan atau analisa. Untuk membahas atau menganalisa hasil penelitian, peneliti harus memanfaatkan kajian pustaka dan landasan teoritis yang dimuat pada Bab II, sehingga temuan lebih bermakna. Di sisi lain, teori pada Bab II tidak hanya sekedar dimuat sebagai penambah tebalnya skripsi, akan tetapi lebih bermakna dan bermanfaat dalam penelitian tersebut.

Dalam pembahasan ini, diperlukan juga sikap ilmiah dan kemampuan analisa peneliti, terutama kemampuan dalam menghubungkan, membandingkan, memperkuat dan memaknai hasil temuan dengan teori, hasil penelitian terdahulu dan pendapat peneliti sendiri. Di samping itu, sikap bersedia dan terbuka untuk dikritik, sikap bersedia dan terbuka dalam mengemukakan kekurangan dan kelebihan hasil penelitiannya juga penting, jika hal itu memang terjadi. Sebaliknya juga sikap keterbukaan dalam mengemukakan hasil-hasil penelitian itu apa adanya tanpa meninggalkan tata krama ilmiah dan tata krama atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Apabila peneliti yang dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan data kualitatif atau kuantitatif, sebaliknya disajikan dulu data dalam bentuk derkripsi kemudian baru dilakukan pembahasan atau analisa sehingga ada kejelasan mana data dan mana analisa atau pembahasannya. Tetapi, di sisi lain juga dapat dilakukan secara bersamaan antara deskripsi dan pembahasan, maksudnya kemampuan lebih dari peneliti dalam mendeskrisikannya.

14.        Bab V : KESIMPULAN dan IMPLIKASI

Bab kesimpulan berisi jawaban terhadap pertanyaan penelitian atau menampilkan tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini. Kesimpulan diambil berdasarkan upaya yang telah dilakukan oleh peneliti dalam membahas, menganalisa,  dan memaknai data yang diperoleh, kesimpulan ini diambil berdasarkan pembahasan bab hasil penelitian. Penulisan kesimpulan dapat ditempuh salah satu cara dari dua cara berikut : (a) dengan cara butir demi butir sesuai dengan masalah dan tujuan, atau (b) dengan cara essai yang padat.

Implikasi atau rekomendasi yang ditulis setelah kesimpulan dapat ditunjukkan kepada para pembuat kebijakan, kepada para pengguna hasil penelitian yang bersangkutan dan kepada peneliti berikutnya yang berminat untuk melakukan penelitian selanjutnya. Implikasi atau rekomendasi tidak datang begitu saja dari fikiran peneliti, melainkan muncul atau dirumuskan berdasarkan hasil penelitian (kesimpulan)

15.        DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka memuat semua sumber tertulis (buku, artikel, jurnal, dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari internet) atau tercetak (misalnya compact disk, video, film, dan kaset) yang pernah dikutip dan digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum dalam uraian harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Di pihak lain, sumber-sumber yang tidak dipergunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah tersebut atau tidak dikutip, tidak perlu dicantumkan daftar pustaka, walaupun pernah dibaca oleh peneliti.

Cara menulis daftar pustaka berurutan secara alfabetis tanpa nomor urut. Sumber tertulis atau cetak yang memakan tempat lebih dari satu baris, ditulis dengan jarak antar baris satu spasi sesdangkan jarak antara sumber-sumber tertulis yang saling berurutan adalah dua spasi. Cara menulis daftar pustaka secara khusus dapat dijelaskan pada bagian tekhnik penulisan.

16.        LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran-lampiran berisi semua dokumen yang digunakan dalam penelitian dan penulisan hasil-hasilnya menjadi satu karya tulis ilmiah, seperti surat menyurat, instrument dan lain-lain. Setiap lampiran diberi nomor urut sesuai dengan urutan penggunaannya, di samping itu diberi nomor urut lampiran ini juga diberi judul lampiran. Nomor urut lampiran akan memudahkan pembaca untuk mengaitkannya dengan bab terkait. Apabila nomor urut lampiran tersebut terdiri atas dua angka hindu-arab dengan diselang satu tanda penghubung dimana angkat depan menyatakan nomor urut bab yang bersangkutan dan angka belakang menyatakan nomor urut lampiran. Misalnya, lampiran 1.2, artinya lampiran 2 dari Bab I.

17.        RIWAYAT HIDUP

Riwayat hidup dibuat secara padat dan hanya menyampaikan hal-hal yang relevan dengan kegiatan ilmiah, tidak semua informasi tentang yang bersangkutan. Cakupannya adalah: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan jabatan (bila telah bekerja),  prestasi-prestasi yang pernah dicapai, dan karya ilmiah/publikasi yang telah dihasilkan dan diterbitkan. Riwayat hidup dapat dibuat dengan gaya butir per butir dan dapat pula dibuat dengan gaya essei padat. Dalam skripsi, gaya penulisan yang kedua lebih tepat dari pada gaya yang pertama.

 

 BAB IV

TEKNIK PENULISAN

 

A.     Teknik Pengetikan

Skripsi ditulis dengan menggunakan kertas HVS 70-80 gram ukuran A4 atau kuarto. Pengetikan skripsi perlu mengikuti aturan-aturan berikut ini:

1.      Diketik dengan menggunakan huruf jenis time roman, Garamond, arial, CG time ukuran 10-12 pt.

2.      Jarak baris satu dengan baris berikutnya pada isi bab adalah dua spasi. Jarak pengetikkan dua spasi ini berlaku pula bagi jarak penulisan pada daftar isi.

3.      Batas tepi kiri, tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah masing-masing adalah kurang lebih 4 cm, 4 cm, 3 cm, dan 3 cm.

4.      Pengetikan paragraph baru dimulai dengan awal kalimat yang menjorok masuk ke dalam dengan lima pukulan tik dari tepi kiri atau lima huruf.

5.      Penulisan judul bab dan sub-sub bab menggunakan HURUF KAPITAL SEMUA, tanpa garis bawah dan tanpa titik. Nomor bab menggunakan angka romawi. Setiap awal dari judul sub-bab harus ditulis dengan HURUF KAPITAL, kecuali kata sambung. Nomor urut bagi judul paragraph menggunakan angka Romawi, Arab atau abjad.

6.      Cara penomoran dapat menggunakan salah satu cara dari kedua cara berikut ini :

Cara pertama : I, A, 1, a, 1), a), (1), (a)

Cara kedua    : 1, 1, 1. 1, 1,2. 1. 1,3 dst

Dalam suatu skripsi cara penomoran ini harus digunakan secara konsisten, jadi tidak boleh dicampuradukkan. Kedua cara tersebut mengandung kelemahan. Kelemahan cara pertama ialah memungkinkan terjadinya nomor yang sama dalam bab yang sama. Sedangkan kelemahan cara kedua akan mengambil ruang yang banyak sehingga memungkinkan sempitnya tempat untuk menulis uraian.

7.      Perpindahan dari satu butir ke butir yang berikutnya tidak harus menjorok, melainkan dapat diketik lurus/simetris agar tidak mengambil terlalu banyak tempat dan demi keindahan format.

8.      Penggunaan nomor urut sebagaimana disebutkan pada butir huruf f di atas sebaiknya dibatasi dan jangan berlebihan, karena pada prinsipnya karya tulis ilmiah lebih banyak menggunakan model essei, bukan pointers.

9.      Judul tabel ditulis di sebelah atas tabel dengan huruf capital, sedangkan judul untuk bagan, diagram, atau gambar, ditulis di sebelah bawah.

 

B.     Sampul Luar

Sampul luar skripsi berisi : (1) judul (dicetak dengan huruf kapital semua dan tidak boleh menggunakan singkatan; jika ada sub-judul, maka yang ditulis dengan huruf besar hanya huruf awal dari setiap kata, sub-judul dimuat dalam dua tanda kurung; (2) maksud penulisan skripsi; (3) logo perguruan tinggi; (4) nama penulis; (5) nomor induk; (6) nama fakultas atau program studi dan universitas/institute, dan (7) tanun penulisan.

Rumusan maksud penulisan skripsi ditulis:

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat

untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam

 

C.     Sampul Dalam

Isi sampul dalam (kertas A4) sama persis dengan apa yang ditulis dalam sampul luar (kulit).

D.    Halaman Pernyataan

Halaman ini disediakan untuk pernyataan keaslian skripsi. Isi pernyataan untuk skripsi adalah sebagai berikut:

“Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi  dengan judul “……………” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmiah yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya, apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini”

                                                                                         Tempat, tanggal, tahun

                                                                                      Yang membuat pernyataan,

                                                                                                        Ttd

                                                                                               (penulis skripsi)

 

 

E.     Halaman Persetujuan

Halaman ini disediakan khusus untuk tanda tangan persetujuan dari pembimbing I dan II, untuk diajukan pada ujian munaqasah dan untuk persetujuan akhir setelah siding munaqasah, memuat tanda tangan ketua sidang munaqasah, sekretaris dan semua anggota tim penguji. Tanda tangan itu penting untuk menunjukkan persetujuan dari pihak yang menandatangi.

Nama pembimbing ditulis lengkap dengan gelar akademiknya dengan menggunakan huruf kecil kecuali untuk huruf pertama, jadi tidak menggunakan huruf kapital semua. Misalnya, Prof. DR. Anwar atau DR. Nawar, M. Pd., dst.

F.      Cara menulis Kutipan dan Sumber Kutipan

Beberapa aturan yang perlu diketahui dalam penulisan kutipan dan sumber kutitpan didasarkan kepada sistem Harvard sebagai berikut:

1.      Kutipan ditulis dengan menggunakan “dua tanda petik” jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan ‘satu tanda petik’.

Contoh:

“Quantum learning berakar dari upaya Dr. georgi lozanov seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya dengan “suggestology” atau “suggestopedia”. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti hasil situasi belajar, dan setiap detail apa pun memberikan sugesti positif ataupun negatif” (Deportert B. & Hernacki, M., 1999: 14)

2.      Jika bagian yang dikutip terdiri atas tiga baris atau kurang, kutipan ditulis dengan menggunakan tanda petik (sesuai dengan ketentuan pertama) dan penulisannya dan diketik dengan jarak dua spasi.

Contoh:

Konsep diri tidak hanya berupa deskripsi tentang diri, tapi juga penilaian terhadap diri, yang meliputi apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan tentang diri sendiri. Gambaran dan penilaian tentang diri sendiri itulah dinamakan dengan konsep diri. Ciri konsep diri negative adalah: “peka terhadap kritik, responsif terhadap pujian atau hiperkritik, cenderung merasa tidak disenangi orang lain, dan bersikap pesimis” (brooks, W. D. dan Emmert, P. 1976: 42-43).

3.      Jika bagian yang dikutip terdiri empat baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa tanda kutip dan diketik dengan jarak satu spasi. Baris pertama diketik mulai pada pukulan ke enam dan baris kedua diketik mulai pukulan ke empat.

Contoh :

Ego strength is a general “omnibus” type of factor that positively related to success of all kinds, in the classroom, as well as elsewhere. Other personality factors are specific in terms of the kind of school performance to which they are related.

4.      Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik.

Contoh :

“… ada lima hal yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mengikuti atau menolak suatu perubahan, yaitu: suruhan (perintah), peniruan, ambivalen (ambinalence), internalisasi dan respon negative…” (Ibrahim, 1998: 27)

Kutipan diatas diawali adanya kalimat sebelum dan sesudahnya.

5.      Penulisan sumber kutipan dengan menggunakan catatan kaki (foot note)

Catatan kaki atau foot note adalah catatan pada bagian bawah halaman teks yang menyatakan sumber kutipan, pendapat atau keterangan yang terdapat dalam teks pada halaman yang sama. Penulisan catatan kaki atau foot note ditulis secara berurutan dimulai dari nama pengarang, judul buku (ditulis miring), kurung buka tahun kurung tutup, kota tempat penerbit, dan halaman (disingkat h.)

Contoh :

Daradjat, Z., (1990). Puasa Meningkatkan Kesehatan Mental. Jakarta. Penerbit rahama. H. 76

Kutipan yang dilakukan melalui sumber yang sama, ditulis pada catatan kaki dalam bentuk :

a.       Ibid, kependekan dari kata ibiden yang berarti halaman yang sama. Artinya kutipan di ambil pada buku yang sama dengan buku pada catatan kaki nomor sebelumnya tanpa diantarai oleh buku lain. Apabila kutipan dilakukan pada halaman yang sama maka cukup ditulis ibid., tetapi bila halaman berbeda maka ditulis ibid., h. 45

Contoh: ibid. atau ibid., h. 35

b.      Op.cit., kependekan dari kata opere citato yang berarti pada karangan yang telah disebut sebelumnya. Op. cit., dipergunakan apabila sumber (buku) yang sama kembali dikutip isinya dengan halaman berbeda, akan tetapi sudah diantarai oleh foot note atau kutipan pada buku lain. Penulisan op. cit., diawali dengan nama penulis, op. cit., halaman ditulis h. dan nomor halaman

Contoh :daradjat, Z., op.cit. h. 83

c.       Loc. Cit., kependekan dari kata loco citato berarti pada tempat yang sama yang telah disebut sebelumnya. Loc. Cit digunakan apabila kutipan dilakukan pada sumber atau buku tertentu pada halaman yang sama, yang sudah dikutip sebelumnya dan diantarai oleh buku atau foot note lain. Penulisan loc. Cit., diawali dengan menyebutkan nama penulis, loc. Cit., tanpa halaman.

Contoh: daradjat, Z., loc.cit.

6.      Penulisan sumber kutipan yang ditempatkan di dalam teks (in body note) ada beberapa bentuk penulisan seperti berikut :

a.       Jika sumber kutipan mendahului kutipan, cara penulisannya adalah nama penulis yang diikuti dengan tahun terbitnya, dan nomor halaman yang dikutip yang keduanya diletakkan di dalam kurung.

Contoh :

Menurut muhaimin dkk (2008: 92) keterampilan vokasional memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam berbagai pengalaman apresiasi dan berkreasi untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat langsung bagi kehidupan anak didik.

b.      Jika sumber kutipan ditulis setelah kutipan, maka nama penulis, tahun penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip semuanya diletakkan dalam kurung.

Contoh :

“ada empat diri konsep diri seseorang yang bersifat negative, yaitu; peka terhadap kritik dan menghindari dialog terbuka, responsif terhadap ujian atau hiper kritik, cendrung merasa tidak disenangi orang lain, dan bersikap pesimis terhadap kompetensi (brooks, W. D. dan Emmert, P. 1976: 42-43).

c.       Jika sumber kutipan merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip, maka sumber kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan yang digunakan pengutip tetapi dengan menyebut siapa yang mengemukakan pendapat tersebut.

Contoh :

William james (burns, 1979: 6-12) mengklasifikasikan diri menjadi empat bagian, yang memiliki implikasi terhadap konsep diri seseorang, yaitu; dari diri spiritual, diri kebendaan, diri sosial dan diri badaniah.

d.      Jika penulis terdiri atas dua orang, maka nama keluarga kedua penulis tersebut harus disebutkan nama keluarga dari penulis pertama dan diikuti oleh et al. atau dkk. Misalnya, Mc Clelland et al. (1960: 35) atau Azra, A., dkk. (2003: 203).

e.       Jika masalah yang dikutip dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang berbeda maka cara penulisan sumber kutipan itu adalah seperti berikut :

Beberapa pendapat tentang penelitian tindakan kelas (rapaport (1970:17); Davison, Martinsons dan kock (2004: 30); minter (1989:25), bahwa penelitian tindakan mengacu pada cara-cara penelitian tentang pengalaman professional, yang menggabungkan praktek, analisis ke dalam pengembangan urutan yang produktif dan berkelanjutan, dan mengabungkan peneliti dengan partisipan penelitian ke dalam suatu komunitas kolegial dengan kesamaan perhatian.

f.        Jika sumber kutipan itu adalah beberapa karya tulis dari penulis yang sama pada tahun yang sama maka cara penulisannya adalah dengan menambah huruf a, b, dan seterusnya pada tahun penerbitan.

g.       Jika sumber kutipan itu tanpa nama, maka penulisannya adalah : (Tn. 1972 : 18)

h.       Jika yang dikemukakan pokok-pokok pikiran seseorang penulis, tidak perlu ada kutipan langsung, cukup dengan menyebut sumbernya.

G.    Cara menulis angka

Cara menulis angka dalam suatu kalimat adalah sebagai berikut:

1.      Ditulis dengan kata-kata apabila angka tersebut kurang dari sepuluh

Contoh:

Dalam waktu lima bulan penelitian itu akan diselesaikan oleh mereka.

2.      Ditulis dengan angka arab apabila tersebut 10 atau lebih.

Contoh:

20 orang mahasiswa mewakili masing-masing perguruan tinggi dalam perlombaan itu.

3.      Untuk symbol kimia, matematika, statistik dst. Penulisan dilakukan apa adanya sesuai dengan kelaziman dalam bidang yang bersangkutan

H.    Cara menulis singkatan

Penulisan singkatan dalam karya ilmiah mengikuti aturan sebagai berikut:

a.       Untuk penulisan pertama kali suatu nama harus ditulis lengkap dengan singkatan resminya dalam kurung.

Contoh:

Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VI Sumatra Barat melakukan kegiatan workshop penelitian tingkat dasar pada tanggal 12-15 Juni 2010.

b.      Untuk penulisan berikutnya singkatan resmi yang ada dalam kurung digunakan tanpa perlu menuliskan kepanjangannya.

Contoh :

Dalam acara wisuda tersebut Koordinator Kopertais Wilayah VI Sumatra Barat menyatakan pentingnya akreditasi program studi.

c.       Singkatan yang tidak resmi tidak boleh digunakan.

I.       Cara menulis daftar pustaka

Komponen-komponen yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka ini adalah sebagai berikut :

a.       Nama penulis, dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama belakang, kemudian nama depan (disingkat). Hal ini berlaku untuk semua nama, baik nama asing maupun nama Indonesia. Cara penulisan inilah yang berlaku secara Internasional tanpa mengenal kebangsaan dan tradisi. Tata tulis ilmiah tidak mengenal prinsip nama apakah yang lebih dikenal dimasyarakat, melainkan nama belakanganya, tanpa memperhitungkan apakah nama itu merupakan nama keluarga atau bukan.

Misal :

Zakiah Daradjat ditulis Daradjat, Z. atau Daaradjat, Zakiah ditulis,  Elizabeth Hurlock di tulis Hurlock, E.

b.      Setelah nama penulis/pengarang buku, kemudian ditulis tahun penerbitan diketik dalam kurung, judul sumber tertulis yang bersangkutan dengan digaris bawahi atau dicetak miring, kota tempat penerbit berada: dan nama penerbit.

c.       Baris pertama diketik mulai pukulan pertama dan baris kedua dan seterusnya diketik mulai pukulan kelima atau satu tab dalam computer. Jarak antara baris atau dengan berikutnya adalah satu spasi,  sedangkan jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya adalah dua spasi.

Contoh :

Blocher, D.H. & Biffs, D. A. (1983). Counseling Psychology in Community Seting. New York: Spinger Publishing, Company.

Daradjat. Z. (1996). Kesehatan Mental. Jakarta; Gunung Agung.

Hueluck, E. B., (1980), Development Psychhology (A Lif-Span Approach). New Delhi: Tata McGraw-Hillpublishing Company Ltd.

Maleong, L. J. (1993). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya

Sarwono, S. W., (2009), Pengantar Psikologi Umum, Jakarta, Rajawali press.

Zubber-Skerrit, O. (1992) Improving Learning and Teaching Through Action Learningan Action Research. Draft paper for the HERDSA Cobference 1992. Canada: University of Quensland

J.      Cara menulis daftar pustaka berdasarkan jenis sumber yang digunakan

a.       Sumbernya Jurnal

Penulis jurnal sebagai Daftar Pustaka mengikuti urutan:nama belakang penulis,nama depan penulis (disingkat).tahun penerbitan (dalam tanda kurung).judul artikel ?(ditulis dia antara tanda petik),judul jurnal dengan digaris bawahi dan ditulis penuh,nomor volume dengan angka Arab dan digaris bawahi tanpa didahului dengan singkatan”vol”,nomor penerbitan (jika ada)dengana angka Arab dan ditulis diantara tanda kurung,nomor halaman pertama sampai dengan nomor terakhir tanpa didahului singkatan “pp”atau”h”.

Contoh :

Ridwan, (2008), ”Islam Blangkon (Studi Etnografi Karakteristik Keberagamaan di Kabupaten Banyumas dan Cilacap”. Jurnal Penelitian Islam Indonesia Istiqro; Vol. 07 (01), 3-34

Barrett-Lennard, G. T. (1983). “The Empathy Cylele: Refinemment of A Nuclear Concept”. Jurnal Of Counseling Psychholohy. 28 (2), 91-100.

b.      Jika sumbernya buku

Kalau sumber tertulisnya berupa buku maka urutan-urutan penulisannya adalah: nama belakang penulis, nama depan (dapat disingkat), tahun penerbitah, judul buku digaris bawahi, edisi, kota asal, penerbit. Daftar pustaka berupa buku ditulis dengan memperhatikan keragaman berikut :

1)      Buku ditulis oleh satu orang :

Contoh:

Shihab, M. Q., (1993), Membumikan Al-Quran, bandung: Mizan

2)      Buku ditulis oleh dua atau tiga orang, maka semua naam ditulis:

Contoh:

Ibrahim & Georgiades, W., (1988), Inovasi Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Lyon, B, Rowen, H. H. and Homerow, T. S. (1969). A history of the western world. Chicago: Rand Mcnally

3)      Buku ditulis oleh lebih dari tiga orang, digunakan et al. (dicetak miring atau digaris bawahi):

Contoh:

Marcia, J. E. et. Al (1993). Ego Identity (A Handbook For Psychosocial Research. New York: Springer Verlag.

4)      Penulis buku sebagai penyunting, apabila buku yang dipakai hasil editor atau disunting oleh seseorang maka penulisan daftar bacaannya, setelah nama editor ditulis (Ed) atau (penyunting) dalam dua tanda kurung.

Contoh:

L’Abate, L. (ed), (1994), Handbook Of Developmental Family Psychology And Psychopathology. New York: John & Sons, Inc.

Rahmat, J. dan Gandaatmaja, M. (Penyunting), (1993), Keluarga Muslim Dalam Masyarakat Modern. Bandung: Remaja Rosdakarya.

5)      Karya tulis seseorang dalam suatu kumpulan tulisan banyak orang.

Contoh:

Rifa’I M. S. S., (1993). Suatu tinjauan historis prospektif tentang perkembangan kehidupan dan pendidikan keluarga. Rahmat, J. Dan Gandaatmaja, M (Ed) (1993). Keluarga Muslim Dalam Masyarakat Modern, bandung: remaja rosdakarya

6)      Buku berupa terbitan edisi atau jilid, dituliskan nomor edisi atau nomor jilidnya:

Contoh:

Borg, W. R. & Gall, M. D. (1979), Educational Research An Introducation. (Third Edition), New York: Longman. Inc

Chalil, M. (1993), Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Saw. (Jilid II) Jakarta: Bulan Bintang

c.       Sumber selain buku dan jurnal

1). Skripsi, tesis, atau disertasi

Contoh:

Kenedi, G., (1996). Analisis Interelasi Nabi Muhammad Saw Dengan Keluarga Dan Sahabat (Suatu Studi Kea Rah Pengembangan Konsep Konseling Islami), Tesis Magister. Pada PPs IKIP Bandung, tidak diterbitkan.

2). Publikasi departemen

Contoh:

Kementerian Agama RI (2010). Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa Timur Tengah, Jakarta: Kementerian Agama RI.

3). Dalam bentuk dokumen

Contoh:

Proyek pengembangan pendidikan guru. (1983). Laporan Penilaian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud

4). Berupa makalah

Contoh:

Kartadinata, S. (1989). “Kualifikasi Professional Bimbingan Indonesia: Kajian Psikologis” Makalah Pada Konvensi 7 IPBI, Denpasar

5). Berupa surat kabar

Contoh:

Sanusi, A. (1986). “Menyimak Mutu Pendidikan dengan Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belajar dalam Arti Kualitatif”. Pikiran Rakyat (8 September 1986)

d.      Sumber dari internet

1)      Karya perorangan

Cara penulisannya ialah:

Pengarang/penyunting. (tahun). Judul (edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]

Contoh:

Eleven, R. K. (2002). The home of relationship success. Online. Tersedia: http://www.marriage-education.net/pre.htm. (12 Februari 2004)

2)      Karya bagian dari karya kolektif

Cara penulisanya:

Pengarang/penyunting. (tahun). Dalam sumber (edisi), [jenis media]. Penerbit. Tersedia: alamat di internet, [tanggal diakses]

Contoh :

Daniel, R. T. (1995). The history of wertrn Music. In britanica online: macropedia [online]. Tersedia http:/        /www.eb.com:      

   180/cgi-bin/g::DocF=macro/5004/45/0.htm[28 Maret 2000]

3)      Artikel dalam jurnal

Cara penulisannya:

Seifert, K and Sutton rosemary, (2009). Educational psychology. Dalam educational plicy analysis archives [online], vo 7 (7), 12 halaman.Tersedia:http://docs.globaltext.terry.uga.edu:8095/anonymous/webdav/educational%20psychology/educational%20psychology. [17 maret 2009].

4)      Artikel dalam majalah

Cara penulisannya :

Pengarang. (tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama majalah [jenis media], volume, jumlah halaman. Tersedia : alamat di internet [tanggal diakses]

Contoh:

Goodstein, C. (1990, September). Healers from the deep. American Health [CD-ROM], 60-64. Tersedia : 1994SIRS/SIRS 1992 life science/article 80A [13 juni 1995]

5)      Artikel di surat kabar

Cara penulisannya:

Pengarang. (tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama surat kabar [jenis media], jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]

Contoh:

Cipto, B. (2000, 27 april). Akibat perombakan kabinet berulang, fondasi Reformasi bisa runtuh. Pikiran rakyat [online], halaman 8. Tersedia: http:/www. pikiran-rakyat.com. [9 maret 2000]

6)      Pesan dari E-mail

Cara penulisannya:

Pengirim (alamat e-mail pengirim). (tahun, tanggal, bulan). Judul pesan. e-mail kepada penerima [alamat e-mail penerima]

Contoh:

Mustafa, Bachrudin (musthafa@indo.net.id). (2000, 25 april). Bab V laporan penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (supriadi@indo.net.id). 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran I : contoh halaman kulit

 

HUBUNGAN ANTARA MOTIF BERPRESTASI

DENGAN PRESTASI BELAJAR

(Penelitian terhadap Siswa Sekolah Menengah Umum

di Padang Tahun Ajaran 2010)

 

SKRIPSI

 

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat dalam Mencapai

Gelar Sarjana Pendidikan Islam pada Jurusan

Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam

 

Logo Universitas

 

Oleh

Ahmad F

BP.05.0600201202….

 

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT

(UMSB)

2008

Lampiran II halaman pernyataan skripsi

 

PERNYATAAN

 

“Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi  dengan judul “……………” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmiah yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya, apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini”

                                                                                         Tempat, tanggal, tahun

                                                                                      Yang membuat pernyataan,

 

 

                                                                                                        Ttd

                                                                                               (penulis skripsi)

 

 

 

 

 

 

Lampiran III lembaran persetujuan pembimbing

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi dengan judul “Hubungan Antara Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar” (Penelitian terhadap Siswa Sekolah Menengah Umum di Padang Tahun Ajaran 2008), yang di tulis oleh Ahmad BP. 050600201202… Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, telah memenuhi persyaratan ilmiah dan dapat disetujui untuk diajukan pada sidang munaqasah.

 

                                                                                     Padang, …………. 2008

 

                     Pembimbing I                                                    pembimbing II

 

           ---------------------------                                 ---------------------------

 

 

 Lampiran IV lembaran persetujuan tim penguji

 

PENGESAHAN TIM PENGUJI :

Skripsi dengan judul “Hubungan Antara Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar” (Penelitian terhadap Siswa Sekolah Menengah Umum di Padang Tahun Ajaran 2008), yang di tulis oleh Ahmad BP. 050600201202… Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, telah diperbaiki sesuai dengan saran tim penguji munaqasah yang dilaksanakan pada tanggal ………… 2008.

 

                                                                                   Padang, …………… 2008

Tim Penguji Sidang Munaqasah

Penguji Utama

                                                ---------------------------

                          Ketua                                                             Sekretaris

           ---------------------------                                 ---------------------------

                                                            Anggota

             ---------------------------                                      ----------------------------

                                                        Diketahui oleh

                                            Dekan Fakultas Agama Islam

                                 Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

 

 

                                              ---------------------------

Lampiram V contoh daftar isi

Daftar Isi

 

 

ABSTRAK                                                                                           i

Kata pengantar                                                                                      ii

Daftar isi                                                                                                iii

Daftar tabel                                                                                            iv

Daftar bagan                                                                                           v

Daftar gambar                                                                                         vi

BAB I PENDAHULUAN

A.     Latar belakang masalah                                                                         1

B.     Rumusan Masalah                                                                                 6

C.     Tujuan Penelitian                                                                                   8

D.     Kegunaan Penelitian                                                                              9

E.      Hipotesa                                                                                               9

F.      Asumsi Penelitian                                                                                  10

G.     Definisi Operasional                                                                              10

H.     Sistematika Penulisan                                                                            11

 

BAB II MASALAH SISWA REMAJA

A.     Masalah siswa SMA sebagai siswa remaja                                            17

B.     Teknik memahami masalah siswa remaja                                                21

C.     Pengembangan program bimbingan bagi siswa                                        27

D.     Peran guru dalam bimbingan siswa                                                         30

E.      Studi-studi terdahulu                                                                              33

 

BAB III METODE PENELITIAN

A.     Defenisi operasional variabel penelitian                                                 35

B.     Pengembangan alat pengumpul data                                                      38

C.     Penentuan ukuran sampel (subjek studi)                                                41

D.     Pengumpula data                                                                                  43

E.      Prosedur dan teknik pengolahan data                                                    45

 

BAB IV HASIL PENEELITIAN DAN PEMBAHAS

A.     Temuan-temuan penelitian                                                                     46

B.     Pembahasan                                                                                         71

 

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

A.     Kesimpulan                                                                                          72

B.     Rekomendasi                                                                                        78

 

Daftar pustaka                                                                                                  92

Lampiran-lampiran

A.     Alat pengunpul data (instrument)                                                           95

B.     Data penelitian                                                                                      97

Riwayat hidup                                                                                                  101

 

Catatan :

Butir-butir pada setiap bab disesuaikan dengan permasalahan atau aspek yang dibahas.

 

 Lampiran VI daftar tabel

Daftar Tabel

Tabel

3.1  tabel populasi

3.2  tabel sampel

4.1 koefisien rehabilitas kuesioner format A untuk butir-butir pertanyaan terpilih



Baca Juga Berita Terkait dengan Artikel ini :