Artikel dari Kategori : Profil

Pengertian Gaya Mengajar

Pengaruh Gaya mengajar terhadap aktivitas belajar

Ilpi Zukdi | Kamis, 22 Januari 2015 - 15:20:12 WIB | dibaca: 1587 pembaca

PENGARUH GAYA MENGAJAR TERHADAP AKTIFITAS BELAJAR

1. Pengertian Gaya Mengajar

Jika diamati para guru yang sedang mengajar di dalam kelas, kita bisa melihat bahwa setiap guru mempunyai gaya mengajar yang berbeda. Jika berbicara mengenai gaya mengajar, kadang-kadang ditekankan pada kepribadian guru, kadang-kadang di kembalikan kepada pendekatan instruksional. Artinya ada orang yang berpendapat bahwa gaya mengajar itu merupakan penampilan guru sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.

Banyak para ahli mengemukakan pengertian gaya mengajar, namun secara umum pengertian yang dikemukakan mempunyai makna yang pada hakekatnya mengandung pengertian yang relative sama. Dianne Lapp, dkk (1975) dalam Ali (1987:5) menamakan “ pola umum tingkah laku mengajar yang dimiliki guru dengan istilah gaya mengajar atau teaching style. Gaya mengajar ini mencerminkan bagaimana pelaksanaan pengajaran guru yang bersangkutan, yang dipengaruhi oleh pandangannya sendiri tentang mengajar, konsep-konsep psikoogi yang digunakan serta kurikulum yang dilaksanakan.

Pengertian gaya mengajar yang dikemukakan oleh ahli lain adalah “cara memberikan engajaran pada orang lain yang sangat bergantung kepada kepribadian guru itu sendiri. (Wolter, Sastrapradja). Menurut Waxman dan Walberg (1991:72) mengatakan bahwa :” Teaching style is a composite of personality and philosophy, evidenced by behavior and attitude, what the teacher emphasizes, how he or she reacts to different situation.

Definisi di atas menjelaskan bahwa gaya mengajar merupakan campuran antara kepribadian dengan filsafat yang dapat dibuktikan dengan sikap dan tingkah laku yang ditekankan pada bagaimana seorang guru memberikan reaksi pada situasi yang berbeda. Reaksi yang diberikan guru merupakan kesukaan dan telah menjadi kebiasaan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Manen (1991:21), Ornstein (1978: 261) yang menyatakan bahwa gaya mengajar adalah cirri-ciri, kebiasaan, kesukaan yang penting dalam mengajar yang hubungannya dengan murid, bahkan gaya mengajar lebih dari suatu kebiasaan dan cara yang istimewa dari tingkah laku atau pembicaraan guru.

Gaya mengajar dapat juga dikatakan sebagai perwujudan yang keluar dari seorang guru, yang dapat dilihat dari tingkah laku yang ditampilkannya dalam mengajar. Ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Good (dalam Dictonary of Education, h. 590) yaitu : “Teching style is the characteristic manner in which a teacher conducts his interactions whith his pupils”. Gaya mengajar merupakan karakteristik yang ditampilkan oleh guru yang merupakan cara dan prilaku yang muncul/tampak dalam berinteraksi dengan muridnya.

Karakteristik yang ditampilkan oleh seorang guru dalam menyampaikan informasi relatif tetap bukan insidentil, seperti yang dikemukakan oleh Anderson, Brewer, Hinely and other, Hunt dan Joice dalam Murphy (1970) bahwa gaya mengajar adalah perbedaan karakteristik cara penyampaian/penanganan informasi dan penerapan sanksi yang konsisten dalam penyajian kelas yang stabil.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dappat dikatakan bahwa gaya mengajar merupakan cirri-ciri yang melekat pada seorang guru yang dapat dilihat dari penampilan  dan tingkah lakunya dalam berinteraksi dengan murid-murid secara relatif tetap.

Ornstein (1980: 252-253) melihat gaya mengajar dari dua aspek pembahasan yaitu : aspek ekspessif dan aspek instrumental. Aspek ekspresif adalah gaya  mengajar berkaitan dengan hubungan emosional yang berkembang antara guru dengan siswa secara keseluruhan yang meliputi dimensi kehangatan, autoritas, simpati, ketergantungan dan aspek-aspek lain tentang keadaan emosional yang dilaksanakan oleh guru. Aspek instrumental dari peran mengajar menggambarkan bagaimana peran guru menjalankan tugasnya untuk membantu siswa belajar, bagaimana mereka mengorganisasikan belajar, menentukan standar di dalam kelas dan menentukan apakah para siswanya telah memenuhi standar tersebut.



Baca Juga Berita Terkait dengan Artikel ini :