Artikel dari Kategori : Profil

Pengertian Belajar

Ilpi Zukdi | , 15 Agustus 2011 - 00:00:00 WIB | dibaca: 1855 pembaca

PENGERTIAN BELAJAR

 

Pada esensinya, semua manusia berkeinginan untuk maju dan berkembang. Perkembangan tersebut tidak hanya yang bersifat fisik, tetapi sebagai makhluk sosial budaya, belajar adalah sangat penting bagi kehidupan manusia dimana saja dan kapan saja.

Para ahli pendidikan memberi definisi belajar sebagai berikut :

Bower dan Hilgard dalam bukunya Theories of Learning (1981:11) mengemukakan teori belajar yaitu :

Learning refers to the change in a subjects behavior potential to a given situation brought about by the subject’s repeated experiences in that situation, provided that the behavior change can not be explained on the basis of the subject’s native response tendencies, maturation, or temporary states (such as fatigue, drunkenness, drives, and so on).

 Definisi ini menjelaskan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu, yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat dan sebagainya).

Gagne dalam bukunya The Conditions of learning (1977:3) memberi definisi :” Learning is a change in human disposition or capability, which persists over a period of time, and which is not simply as crababble  to processes of growth”. Menurut Gagne belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa, sehingga perbuatannya (performancenya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.

Morgan dkk, dalam bukunya introduction to psychology (1986:140) memberi definisi belajar : “as any relatively permanent change in behavior that occurs as a result of practice or  experience”. Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

Dari definisi di atas, dapat dijelaskan bahwa ada beberapa elemen penting yang merupakan ciri pengertian tentang belajar, yaitu :

  1. Belajar merupakan perubahan dalam tingkah laku, perubahan tersebut dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk
  2. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman, dalam pengertian perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar
  3. Perubahan yang terjadi dalam belajar harus bersifat relatif mantap, merupakan akhir dari pada suatu periode waktu yang cukup panjang.
  4. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut pada berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis.

Good dan Brophy dalam bukunya Educational Psychology: A Realistic approach (dalam Purwanto, 1987:87) mengemukakan arti belajar sebagai : “Learning is the development of new associations as a result of experience”. Berdasarkan definisi ini Good dan Brophy menjelaskan bahwa belajar suatu proses yang benar-benar bersifat intenal. Belajar suatu proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata, karena proses itu terjadi dalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Oleh karena itu yang dimaksud belajar bukan tingkah laku yang nampak, tetapi terutama adalah prosesnya yang terjadi secara internal di dalam diri individu dalam usahanya memperoleh hubungan-hubungan baru. Hubungan-hubungan itu baru dapat berupa antara perangsang-perangsang, antara reaksi-reaksi atau antara perangsang dan reaksi.

Walaupun Good dan Bropy menegaskan bahwa belajar merupakan suatu proses yang bersifat internal, bukan berarti faktor eksternal tidak memiliki peran untuk terjadinya belajar. Secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan faktor eksternal bagi terjadinya belajar. (Monks, 1989, Winkel, 1991)

Pendidikan merupakan suatu tindakan yang memungkinkan terjadinya belajar. Dengan belajar akan terjadi proses interaksi yang mendorong terjadinya belajar. Dengan adanya  belajar terjadilah pekermbangan jasmani dan mental siswa.

Oleh karena itu, bukan hanya suatu hasil atau tujuan akan tetapi juga suatu proses atau kegiatan. Proses yang dilaksanakan oleh individu dapat dikategorikan kedalam ranah pengetahuan, sikap atau nilai-nilai (values) dan ketrampilan (Darkenwold dan Mariam, 1982:9). Bila dikaitkan proses yang dilaksanakan oleh pebelajar, berarti bahwa kegiatan belajar akan merubah (change) ketiga ranah tersebut (pengetahuan, sikap dan ketrampilan). Dapat dikatakan, proses tersebut tidak selalu dalam arti menambah, akan tetapi dapat juga berupa perubahan/pengurangan.

Smith (1982:36) mendeskripsikan proses belajar adalah : “learning is natural process which occurs inside the learner, it must be done by the learner; no one can learn for others”. Belajar adalah proses alamiah yang terjadi di dalam diri sibelajar. Kegiatan belajar itu harus dilakukan oleh pebelajar itu sendiri, dan tidak seorangpun dapat belajar untuk orang lain, maka dari itu setiap diri yang ingin belajar harus melakukannya dengan cara bekerja.

Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat diterangkan bahwa proses belajar terutama sekali harus dilakukan oleh pebelajar. Sebagai akibat dari perbuatan pebelajar akan memberikan/mendatangkan hasil atau produk terhadap perbuatan pebelajar, yaitu perubahan kemampuan yang dapat dimanfaatkannya demi untuk memecahkan/ mengatasi masalah kehidupan pebelajar tersebut.



Baca Juga Berita Terkait dengan Artikel ini :